untukmu UPIS

Posted by anggie maramis sarahita at Selasa, Juli 06, 2010
Dia Arini Dwi Puspita seorang sahabatku yang ku kenal sebagai orang yang ramah, sopan, baik, pintar, cantik. Bisa di katakan bahwa ia termasuk wanita sempurna di sekolahku. Sebagian anak sekolahku mengenal dirinya. Entah apa yang membuat dirinya memilih ku menjadi sahabatnya. Terkadang aku seperti bermimpi dapat memiliki sahabat seperti dirinya.

3 tahun lalu. Teringat jelas di ingatanku. Aku mengenal dirinya dari salah satu temanku. Berawal dari hanya saling bercerita tentang kehidupan masing-masing. Aku meminjam buku Sherlock holmes milik kakaknya. Dan sampai akhirnya. Dia berkata kepada diriku “Ooh, mau enggak jadi sahabat upis?”. Upis, panggilan yang biasa aku berikan kpada arini. Sedagkan Ooh, adalah panggilan yang bisa dikatakan kepadaku. Mungkin agak sedikit aneh. Tapi, entah kenapa saat Upis memanggilku Ooh. Aku merasa amat nyaman mendengarnya.

Akhirnya aku pun menjawab “Oke, kita sahabatan mulai hari ini” (sambil member senyuman pada lembaran smsku untuk Upis). Mulai hari itu aku Upis sering cerita kepadaku. Siapa pacar terbarunya. Dan ternyata pacar baru Upis itu tak menyukai diriku. Mungkin karna Upis lebih sering jujur kepadaku dari pada pacarnya sendiri.

Suatu hari aku bertengkar hebat dengan Upis. Karena Upis sama sekali tak percaya apa yang aku katakan. Dan dia lebih memilih pacarnya di bandingkan diriku. Sahabatnya sendiri. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya. Akhirnya aku tidak berkomunikasi lagi dengan Upis. Memang terasa agak sepi di dalam kehidupanku saat itu. Tapi, apa boleh buat.

Beberapa bulan kemudian. Aku dan Upis akhirnya akur kembali. Upis mengakui kesalahannya. Sedikit merasa agak GEER saat Upis meminta maaf padaku.

Ke esokan harinya. Upis sms aku dengan nada tak mengenakan. “Ooh, Upis sedih. Upis putus”. Disaat itu aku merasakan sesuatu hal yang aneh. Aku senang karena akhirnya Upis putus dengan lelaki itu. Atau sedih karena sahabatnya sedih. Aku bimbang saat itu. Dan akhirnya aku memutuskan untuk menghibur Upis.

Desember tahun lalu. Upis memberitahu aku bahwa dirinya telah memiliki pacar baru. Memang tak sulit untuk Upis mendapatkan pacar baru. Tidak seperti diriku hanya dapat berpacaran di duni maya saja. Di dunia nyata belum merasakan bagaimana rasanya pacaran itu. Jujur saja saat aku mendengar Upis mendapatkan pacar baru. Aku merasa amat ketakutan. Mungkin Karena Upis sangat perhatian kepadaku. Dan tiba-tiba hatiku berkata bahwa aku takut kehilangan Upis di dalam kehidupanku ini.

*wakakakkaa.. comment yak.

0 comments:

 

PANGGUNG SANDIWARA Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea